Akhlak Rasulullah SAW sebagai Suri Tauladan yang baik

Kita semua mengetahui akan akhlak Rasulullah SAW yang patut untuk di jadikan sebagai Suri Tauladan yang baik untuk kita semua. Semua akhlak yang dimiliki Rasulullah SAW merupakan akhlak yang baik tak ada satu pun akhlak Rasulullah SAW yang buruk. Sebagai contoh salah satu akhlak Rasulullah kita ambil satu kisah pada Zaman Rasulullah SAW .

Pada Zaman Rasulullah SAW hidup seorang kakek tua yang buta,ia adalah seorang yahudi. Untuk memenuhi kebutuhan sehari2nya ia selalu menjadi pengemis di pasar. Akn tetapi ia sangat membenci Rasul .  Setiap ada orang yang mengasihaninya atau kepada orang-orang yang ada di pasar  ia selalu menjelek-jelekan Rasulullah dan memfitnah  Rasul ia selalu berkata kepada orang2 bahwa Rasul itu adalah seorang pembohong belaka,orang gila,dll.

Datanglah seseorang yang biasa membawakan makanan untuknya,beliau tak lain adalah Rasulullah,beliau menyuapi seorang yahudi itu dengan lembut dan penuh kasih sayang,tanpa berbicara. kemudian Kakek tua itu berkata kepada rasul  : “  rasulLullah adalah seorang yang pembohong dia itu orang gila”. Rasul hanya diam dan tersenyum,beliau melanjutkan menyuapinya. Setelah makanan itu habis Rasulullah pergi.

Keesokan harinya ,kakek tua itu menunggu seseorang yang selalu mengasihaninya  untuk member i makan kepadanya. akn tetapi seseorang yang ditunggunya tak kunjung datang jua bahkan untuk hari2 esoknya dan esoknya lagi. Hingga suatu pagi seorang sahabat rasul membawakan dia makanan kemudian ia menyuapinya. Tiba-tiba pengemis itu menolak untuk di suapi,kemudian ia berkata “siapa kau? Kau bukan orang yang biasa menyuapiku dia selalu menyuapiku dengan lembut dan penuh kesabaran.” Kemudian sahabat rasul itu berkata dengan linangan air mata mebasahi pipinya “ aku memang bukan orang yang biasa memberi makan untukmu,yang biasa memberi makan kepadamu adalah orang yang biasa kau hina di depan orang banyak,dia tak lain adalah Rsulullah SAW beliau telah meninggal ” mendengar pernyataan itu  sang yahudi itu menangis dengan terisak-isak. Ternyata orang yang selama ini  dia hina adalah orang yg mengaihaninya. Dia telah tiada kini ia akan kesepian  tak akan lagi ada seorang yang mengasihaninya dengan penuh kasih sayang. Di depan sahabat rasul kemudian ia berSyahadat. Subhanallah…

Dari kisah ini kita dapat memetik hikmah yang banyak,walau pun Rasulullah dihina dan difitnah beliau tetap sabar dan tak pernah marah bahkan ia selalu membawakan makanan hingga akhir hayat beliau.subhanallah…

Apakah di zaman sekarang masih ada orang seperti itu? Wallohualam….

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face {font-family:”Kristen ITC”; panose-1:3 5 5 2 4 2 2 3 2 2; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:script; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:””; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-ansi-language:IN;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:35.4pt; mso-footer-margin:35.4pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Kita semua mengetahui akan akhlak Rasulullah SAW yang patut untuk di jadikan sebagai Suri Tauladan yang baik untuk kita semua. Semua akhlak yang dimiliki Rasulullah SAW merupakan akhlak yang baik tak ada satu pun akhlak Rasulullah SAW yang buruk. Sebagai contoh salah satu akhlak Rasulullah kita ambil satu kisah pada Zaman Rasulullah SAW .

Pada Zaman Rasulullah SAW hidup seorang kakek tua yang buta,ia adalah seorang yahudi. Untuk memenuhi kebutuhan sehari2nya ia selalu menjadi pengemis di pasar. Akn tetapi ia sangat membenci Rasul . Setiap ada orang yang mengasihaninya atau kepada orang-orang yang ada di pasar ia selalu menjelek-jelekan Rasulullah dan memfitnah Rasul ia selalu berkata kepada orang2 bahwa Rasul itu adalah seorang pembohong belaka,orang gila,dll.

Datanglah seseorang yang biasa membawakan makanan untuknya,beliau tak lain adalah Rasulullah,beliau menyuapi seorang yahudi itu dengan lembut dan penuh kasih sayang,tanpa berbicara. kemudian Kakek tua itu berkata kepada rasul : “ rasulLullah adalah seorang yang pembohong dia itu orang gila”. Rasul hanya diam dan tersenyum,beliau melanjutkan menyuapinya. Setelah makanan itu habis Rasulullah pergi.

Keesokan harinya ,kakek tua itu menunggu seseorang yang selalu mengasihaninya untuk member i makan kepadanya. akn tetapi seseorang yang ditunggunya tak kunjung datang jua bahkan untuk hari2 esoknya dan esoknya lagi. Hingga suatu pagi seorang sahabat rasul membawakan dia makanan kemudian ia menyuapinya. Tiba-tiba pengemis itu menolak untuk di suapi,kemudian ia berkata “siapa kau? Kau bukan orang yang biasa menyuapiku dia selalu menyuapiku dengan lembut dan penuh kesabaran.” Kemudian sahabat rasul itu berkata dengan linangan air mata mebasahi pipinya “ aku memang bukan orang yang biasa memberi makan untukmu,yang biasa memberi makan kepadamu adalah orang yang biasa kau hina di depan orang banyak,dia tak lain adalah Rsulullah SAW beliau telah meninggal ” mendengar pernyataan itu sang yahudi itu menangis dengan terisak-isak. Ternyata orang yang selama ini dia hina adalah orang yg mengaihaninya. Dia telah tiada kini ia akan kesepian tak akan lagi ada seorang yang mengasihaninya dengan penuh kasih sayang. Di depan sahabat rasul kemudian ia berSyahadat. Subhanallah…

Dari kisah ini kita dapat memetik hikmah yang banyak,walau pun Rasulullah dihina dan difitnah beliau tetap sabar dan tak pernah marah bahkan ia selalu membawakan makanan hingga akhir hayat beliau.subhanallah…

Apakah di zaman sekarang masih ada orang seperti itu? Wallohualam….

About these ads

1 Tanggapan so far »

  1. 1

    Mahmudin berkata,

    Setidaknya kita mesti tahu bagaimana akhlak Rosululullah dan yang kita mampu kita jalani. Yang penting bahwa sebagai ummat Rosulullah kita harus mengikuti sunnahnya. Tapi satu hal yang harus diperhatikan: Usahakan sebelum dientry, tulisan kamu periksa dulu jangan sampai terjadi pengulangan tulisan….


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: